Gunakan Pagar Brc Galvanis untuk Keamanan, Sekar Laut Group Buka Lahan 1000 Hektar Tambak Udang di Sumbawa.

Pagar Brc galvanis Petakan-tambak-di-SumbawaPagar Brc Galvanis  Sidoarjo – Sekar Laut Group membuka lahan sekitar 1000 hektar tambak udang di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Pemilihan lahan di Sumbawa ini cocok untuk budidaya udang, karena airnya dinilai lebih bersih dan tidak berpolusi.

“Kita mencari tempat yang tidak polusi. Sebaliknya, membikin tambak tidak polusi,” kata Pendiri Sekar Laut Group Harry
Susilo di kantor pusat Sekar Laut Group, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Rabu (25/5/2016).

Untuk menambah keamanan di daerah sekitar tambak pihaknya menunjuk kontraktor untuk menggunakan pagar galvanis atau yang lebih dikenal dengan pagar brc Galvanis.

Pagar Brc Galvanis ini dipilih karena memang sudah terbukti tahan karat terutama pada air tambak yang cukup korosif. Selain itu medan yang berat tidak akan menyulitkan pemasangan pagar brc Galvanis karena memang didesain sangat mudah dipasang.

Dalam hal pengadaan pihaknya menggandeng salah satu produsen pagar brc Galvanis yang cukup terkenal di daerah Sidoarjo, yaitu CV Sukses Dinamika Engineering.

Di usianya yang ke 50 tahun ini, Sekar Laut Group tetap berkomitmen ingin menjadi perusahaan di bidang perikanan yang
ecogreen. Apalagi, pangsa pasar produk-produk dari Sekar Group seperti krupuk udang ini adalah negara-negara Eropa,
Amerika, Jepang, Korea Selatan dan negara lainnya, yang dikenal dengan sangat ketat terhadap produk-produk perikanan yang
masuk ke negara tersebut.

“Kalau bisa, harus kita amankan polusi ini. Kalau di tambak, ya (polusi) dari buangan airnya,” terangnya.

Iwi Sumbada, Director PT Pangan Lestari (Sekar Laut Group) menambahkan, pemilihan 1000 hektar untuk tambak udang di
Sumbawa, karena di daerah tersebut airnya bersih dan tidak berpolusi.

“Yang penting kualitas airnya harus bersih dan tidak berpolusi. Kami melihat di Sumbawa ini cocok, karena airnya bersih,”
tuturnya.

Ia menerangkan, air dari tambak sebelum dialirkan lagi ke laut juga harus aman dari polusi. Pihaknya menyediakan saluran
air sepanjang 2 kilometer, untuk mengendapkan air dari tambak. “Tujuannya, mikroba (bakteri) terendap dulu, baru dikirim
ke laut lagi,” terangnya.

Dari lahan tambak 1000 hektar di Sumbawa, saat ini baru dikelola 30 persen. Sekar Laut Group terus mengembangkan lahan
tambak udang ini. Bahkan, pihaknya ingin menjadikan usahanya ecogreen, diantaranya akan menggunakan aliran listrik dengan
tenaga surya.

“Tenaga surya ini masih kita bicarakan dengan investor. Intinya, yang membangun jaringan tenaga surya dari investor. Kita
nanti tinggal membeli listriknya,” tandasnya.